PERHATIAN!...Hati-hati terhadap penipuan. Hindari Lowongan Kerja yang meminta Anda Transfer Sejumlah uang | Jika menemukan bisa dipastikan hal tersebut adalah penipuan
Showing posts with label Sistem Keuangan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Sistem Keuangan Indonesia. Show all posts

Monday, July 17, 2017

Daftar Upah / Gaji Pegawai Bank BNI Terbaru Seluruh Indonesia

Daftar Gaji Karyawan Bank BNI - Setiap hari kebutuhan hidup semakin tinggi, jangankan yang tinggal di kota besar seperti Jabodetabek yang tinggal di pedesaan pun saat ini kebutuhan hidupnya semakin tinggi.

Kebutuhan hidup yang semakin tinggi inilah yang menjadi salah satu acuan para pencari kerja dalam memilih posisi atau jabatan di perusahaan / instansi pemerintahan ketika melamar kerja.

Sunday, July 16, 2017

Daftar Gaji / Upah Karyawan Bank BRI Terbaru Sesuai Posisi

Daftar Gaji Karyawan Bank BRI - Tahukah kamu, jika gaji /upah merupakan alasan terbesar para pencari kerja memilih untuk berkarir di perusahaan atau instansi yang bersangkutan.

Nah, bagaimana dengan Daftar Gaji Bank BRI Terbaru Sesuai Dengan Posisi Pelamar?.

Wednesday, January 25, 2017

Cara Menghitung Bunga Kredit Berjenis Flat

Cara Menghitung Bunga Kredit sangat berguna jika anda ingin mengajukan pinjaman baik ke Bank maupun ke perusahaan finansial non-bank.

Bunga kredit secara umum terdapat tiga jenis dan salah satunya adalah bunga flat. Kredit ini memiliki ciri dimana bunga tidak akan berubah tetapi tetap sama sesuai dengan kesepakatan antara perusahaan dengan si peminjam.

Tuesday, September 22, 2015

TEORI PERMINTAAN UANG TUNAI (bagian 1)



1.3.1 Teori permintaan uang tunai menurut teori klasik

Teori permintaan uang tunai menurut teori klasik tercermin dalam teori kuantitas uang dengan bentuk formulasi sbg:
MV=PT................................................................(1.1)

Keterangan:
M = jumlah uang tunai yang diminta.
V= Pertukaran uang dari satu pelaku ekonomi ke yang lain dalam 1 periode.
P= tingkat harga umum.
T=volume barang yang ditransaksikan.

adanya asumsi full employment mangakibatkan nilai T menjadi constant (tidak berubah) dan V juga tetap karena tidak terjadi perubahan kelembagaan keuangan. Sehingga variable M hanya mempengaruhi variable P secara proporsional. bentuk formulasi MV=PT dapat diubah menjadi bentuk lai, yaitu:
M = 1/V (PT).....................................................(1.2)
1/V = k
PT  = Y
M  = Ky............................................................. (1.3)

Yang menunjukan bahwa M atau jumlah uang tunai yang diminta adalah sebesar kY atau sebesar proporsi tertentu dari pendapatan.
Teori klasik menjelaskan bahwa masyarakat melakukan permintaan uang tunai untuk tujuan transaksi (Mt) dan berjaga-jaga (Mj). dalam beberapa buku teks, symbol Mt dan Mj ditulis dalam jumlah lain, yaitu Lt dan Lj. Jumlah uang tunai yang diminta dipengaruhi oleh tingkat pendapatan secara positif. Artinya apabila tingkat pendapatan naik maka jumlah uang yang diminta untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga akan meningkat dan sebaliknya. Teori klasik mengansumsikan bahwa bentuk kekayaan masyarakat seluruhnya diwujudkan dalam bentu uang tunai yang lebih liquid dari pada bentuk kekayaan lainnya. Secara sistematis, teori permintaan uang tunai menurut teori klasik adalah:
Md = f (Y)
keterangan:
Md =  Jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga.
dalam buku lain symbol Md ditulis juga Li
Md = Mt + Mj
Y = tingkatpendapatan
secara grafis, teori permintaan uang tunai menurut teori klasik digambarkan sebagai berikut:
Md = Mt + Mj
Md = Mt + Mj = f (Y)
Md = Mt + Mj

gambar 1.3 Grafik permintaan uang menurut teori klasik

Apabila dihubungkan dengan penjelasan bahwa tingkat pendapatan naik maka jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga akan meningkat dan sebaliknya maka hubungan antara tingkat pendapatan dan jumalah uang yang diminta searah ditunjukan dengan slope fungsi yang bertanda positif.
Contoh fungsi permintaan uang meneurut klasik adalah sebagai berikut:
Md = 0,25Y
yang artinya apabila tingkat pendapatan Rp. 1.000.000 maka jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga adalah sebanyak 0,25 x Rp.1.000.000 = Rp.250.000 dan apabila tingkat pendapatan Rp.2.000.000 maka jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga adalah sebanyak 0,25 x Rp.2.000.000 = Rp.500.000.

1.3.2 Teori permintaan uang tunai menurut John maynard Keynes

Teori ini menjelaskan bahwa masyarakat melakukan permintaan uang tunai untuk tujuan memenuhi kebutuhan ( transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi) Permintaan uang tunai untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga mempengaruhi tingkat pendapatan yang diperioleh masyarakat sedang permintaan uang tunai untuk tujuan spekulasi dipengaruhi tingkat bunga.
menurut John maynard Keynes terdapat tiga tujuan seseorang memegang uang tunai, yaitu motif  transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.  Disamping itu Keynes juga bahwa seseorang akan mengalokasikan bentuk kekayaan yang dimilikinya dalam bentuk uang tunai yang liquid dan kepemilikan surat berharga (misalnya obligasi) yang kurang liquid. bentuk kekayaan ynag liquid dalam bentuk kekayaan yang sangat mudah diuangkan sedangkan bentuk kekayaan yang kurang liquid adalah bentuk kekayaan yang tidak mudah diuangkan karena surat berharga tersebut harus menunggu jatuh tempo untuk dicairkan terlebih dahulu.

1.3.2.1 Permintaan Uang tunai untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga

Permintaan Uang tunai untuk tujuan transaksi menunjukan jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan membiyayai transaksi atau pengeluaran yang sifatnya rutin. Misalnya membayar uang rumah, permintaan uang tunai untuk tujuan berjaga-jaga menujukan jumlah uang tun ai yang diminta untuk tujuan membiyayai transaksi atau pengeluaran yang sifatnya bukan rutin dan bukan bersifat spekulatif.
Secara grafis, teori permintaaan uang tunai untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga menurut teori John maynard Keynes digambarkan sebagai berikut:
Md = Mt + Mj
Md = Mt + Mj = f (Y)
Md = Mt + Mj

1.3.2.2 permintaan uang untuk tujuan spekulasi

Menunjukan jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan pembiyayaan transaksi pengeluaran yang sifatnya spekulatif. Misalnya membeli surat berharga (obligasi). jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan spekulatif dipengaruhi secara negatif oleh tingkat bunga. Artinya semakin tingggi tingkat bunga semakin sedikit jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan spekulasi, dan sebaliknya. Hubungan yang tidak searah antara tingkat bunga dengan jumlah uang tunai untuk tujuan spekulasi karena adanya opportunity cost of holding money atau ongkos pemegang tunai.
ongkos pemegang tunai adalah ongkos yang harus dibayar seseorang yang menyimpan uang tunai di rumah,orang tersebut akan menanggung ongkos sebesar bunga yang diperoleh seandainya menyimpan uang di lembaga keuangan. Semakin besar bunga yangditawarkan oleh lembaga keuangan semakin besar pula ongkos memegang uang tunai, sehingga akan mengurangi jumalah uang tunai yang di minta untuk tujuan spekulasi disimbolkan dengan Ms atau dapat disimbolkan dengan L2. secara grafis, teori permintaan uang tunai untuk tujuan spekulasi menurut teori John Maynard Keynes
digambarkan sebagai berikut:

Grafik permintaan uang menurut Keynes untuk tujuan spekulasi

Secara sistematis teori permintaan uang tunai menurut teori John Maynard Keynes secara keseluruhan adalah:
Md = Mdtb + Msp = f (Y, i)

keterangan:
Md = jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi, jaga-jaga, dan spekulasi.
Mdtb = jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan spekulasi, dengan symbol Msp dituliskan dengan symbol lain, yaitu Li.
Msp = jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan spekulsi, symbol Msp dituliskan dengan symbol lain, yaitu L2.
Y = Tingkat pendapatan
I = tingkat bunga.

Contoh fungsi permintaan uang tunai untuk tujuan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi menurut teori John Maynard Keynes adalahsebagai berikut;
Md = Mt + Mj + Msp = 0,15Y + 0,10Y – 5i + 101 = 0,25Y 5l +101
apabila tingkat pendapatan Rp.1000.000 dan tingkat bunga 10% maka jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi adalah sebanyak (0,25 x Rp.1.000.000) – (5 x 10%) + 101 = Rp.250.100,50 dan apabila tingkat pendapatan Rp.2.000.000 dan tingkat bunga 20% maka jumlah uang tunai yang diminta untuk tujuan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi adalah sebanyak (0,25 x Rp.2.000.000) – (5 x 20%) + 101 = Rp.500.100

Saturday, August 22, 2015

Sistem Lembaga Keuangan Indonesia: Bukan Bank

Sistem lemabaga Keuangan bukan bank yang ada di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu Pasar Uang dan pasar Modal. 

 
 Gambar: Pembagian pasar keuangan

 

1. Pasar Keuangan


sistem keuangan melakukan salah satu fungsinya yaitu melalui "pasar keuangan": dimana klaim keuangan (financial claim ) dan jasa-jasa keuangan diperdagangkan. Ini juga merupakan penghubung antara surplus spending unit dan defisit Spending Unit


Pasar uang adalah pasar untuk dana-dana yang bersifat jangka pendek dimana lembaga-lembaga, perusahaan-perusahaan, atau individu-individu yang memiliki kelebihan dana yang bersifat sementara (Surplus Unit) sering juga disebut Ultimate Lender memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang sedang mengalami kekurangan dana yang bersifat sementara (Defisit Unit) atau juga disebut Ultimate Borrowed


2. Pasar Modal


Merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana yang diperjualbelikan adalah hak (kepemilikan) perusahaan dan surat pernyataan utang perusahaan. Dalam ketentuan umum UU No. 8 tahun 1995 pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek.


Dengan semakinnya berkembangnya perekonomian disuatu negara maka akan semakin dirasakan perlunya sarana dan instrumen yang dapat digunakan untuk mobilisasikan pengumpulan sumber dana dan penawaran sumber dana secara efisien. Sarana yang diperjual belikan di pasar modal dapat dibedakan surat berharga yang bersifat utang atau obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan atau saham. Kedua instrumen tersebut dapat dipergunakan sebagai alat pengumpulan dana bagi bank.


Jenis-jenis pasar modal



A. Pasar Perdana


Penjualan perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum efek tersebut dijual melalui bursa efek. Efek dijual dengan harga emisi, sehingga perusahaan penerbit emisi hanya mendapat dana penjual tersebut.



B. Pasar Sekunder


Penjualan efek setelah penjualan pasar perdana berakhir, harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek yang dipengaruhi daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek. Bagi yang memenuhi syarat mendaftar (listing) dapat menjual efeknya di bursa efek, sedang yang tidak memenuhi dapat menjual diluar bursa efek, misalnya dibursa paralel (over the counter).


C. Bursa Paralel


Merupakan pelengkap bursa efek yang menjadi alternatif perusahaan go public jika ia tak dapat memenuhi syarat yang ditentukan bursa efek.




Instrumen Pasar Modal


i. Saham


Ada dua jenis saham yang diterbitkan oleh emiten yaitu saham biasa (common stock) dan saham istimewa (prefered stock). Ada beberapa jenis saham yang dapat dikeluarkan oleh suatu bank, antara lain: saham atas (registered stocks), Saham yang telah dikeluarkan dapat dikembalikan oleh perusahaan (treasure stockk), saham biasa (common stocks), saham reffernt (prefered stocks), saham preferent komulatif (komulatif prefered stocks), saham istimewa (compartible prefered stocks).


Biaya yang timbul dari penerbitan saham yaitu deviden yang harus dibayarkan setiap tahun serta adanya selisi harga (capital gain/capital lost) antara harga nominal dan harga pasar. Manfaat pemilikan saham antara lain: Deviden, Capital gain, manfaat non-finansial, yaitu mempunyai hak suara untuk menentukan arah dan kebijakan perusahaan.


ii. Obligasi


Merupakan surat pengakuan hutang suatu perusahaan yang akan dibayar pada waktu jatuh tempo sebesar nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi berupa tingkat bunga yang akan dibayar oleh perusahaan penerbit obligasi saat jatuh tempo. Ada dua macam obligasi yang utama yaitu obligasi atas unjuk (bearer bonds) dan obligasi atas nama (registered bonds). 

Secara singkat dapat didefinisikan sebagai bukti pengakuan utang dari perusahaan. Didalam praktik obligasi memiliki jenis, yaitu: obligasi atas unjuk, obligasi atas nama, obligasi dengan jaminan, obligasi yang dijamin dengan real estate, collateral bonds, equipment trust bond, unsecured bebenture bonds,, subardinal bondas, dan perpetual bonds.

 

iii. Derivate Efek


Yang terdiri dari : option, warant, bukti right.

sumber: Nurastuti, W. 2011. 3-7



Monday, August 17, 2015

Sistem Keuangan Indonesia


Pada perinsipnya sistem keuangan adalah kumpulan pasar, institusi, peraturan-peraturan, dan Teknik-teknik dimana surat-surat berharga diperdagangkan, tingkat bunga di tentukan dan jasa-jasa keuangan di hasilkan dan ditawarkan keseluruh bagian dunia (Peter, S. Rose, 1997). 

 

Sedangkan sistem keuangan Indonesia adalah suatu sistem yang meliputi perbankan, pasar modal, asuransi, dana pension, multi finance, dan infrastruktur lainnya yang saling berinteraksi dalam mobilitas dana untuk investasi dan jasa keuangan termasuk sistem pembayaran, maka elemen-elemen sistem keuangan tidak bisa dipandang secara terpisah. sistem keuangan Indonesia biasanya selalu berinteraksi dengan sistem keuangan global. 


Tugas utamanya adalah mengalihkan dana (Lonable fund) dari penabung kepada peminjam untuk kemudian digunakan membeli barang dan jasa disamping untuk investasi sehingga ekonomi dapat tumbuh dan meningkatkan standar kehidupan.

 

Dalam perekonomian modern memiliki sekurang-kurangnya terdapat 7 fungsi pokok, yaitu:


  • fungsi tabungan

  • Penyimpanan kekayaan

  • Fungsi liquiditas

  • Fungsi kredit

  • Fungsi pembayaran

  • Fungsi risiko

  • Fungsi kebijakan

     

Sistem keuangan pada dasarnya adalah tatanan dalam perekonomian suatu Negara yang memiliki peran terutama dalam menyediakan fasilitas jasa-jasa di bidang keuangan oleh lembaga-lembaga keuangan dan lembaga-lembaga penunjang lainnya misalnya: pasar utang dan pasar modal. 

 

Sistem keuangan Indonesia

 

Bank Indonesia sadar bahwa sistem keuangan berkembang secara cepat dan sangat dinamis bukan saja pada struktur bangsa tetapi juga pada dimensi pelayanan jasa keuangan, inovasi produk baru sebagai dampak dari globalisasi dan revolusi teknologi informasi. Oleh karena itu harus di dukung pada upaya-upaya perbaikan secara berkelanjutan terhadap kualitas regulasi dan suvervisi, kualitas produk-produk sistem keuangan, sistem keuangan itu sendiri. Kelembagaan dan infrastruktur lain seperti prinsip-prinsip, seperti perpajakan, kebijakan moneter, ratio, agency, dan lain-lain serta yang paling penting yaitu kualitas dan integritas sumber daya Indonesia. 

Sumber: (Wiji, N. 2011:1-2) 

 

Demikian postingan kali ini mengenai  Sistem Keuangan Indonesia, Semoga bermanfaat untuk kalian.